Apa yang diharapkan semua orang di seluruh dunia?Apakah Tuhan sibuk setiap detiknya menerima harapan-harapan setiap orang di muka bumi ini?
Tidakkah Dia bosan mendengar harapan dan keluhan?
Sepanjang hari kami hanya memunculkan keinginan baru. Sepertinya harapan itu tidak akan pernah berhenti. Tidak pernah.
Aku merasa aneh akhir-akhir ini. Setiap memandang orang yang aku temui, dalam benakku ada pertanyaan apa yang sedang mereka harapkan, apa yang akan terjadi pada mereka.
Setiap membuka mata, aku sering berpikir, siapa lagi yang akan pergi dariku, pergi karena harus atau pergi karena keputusannya sendiri. Pergi sangat jauh atau pergi menghilang dari pandanganku saja. Dunia ini luas tapi terlalu sempit untuk bersembunyi.
Jika tahun kemarin adalah tahun dimana aku jatuh cinta dan jatuh retak. Maka tahun ini adalah dimana aku berada dalam kursi penonton menyaksikan laga kehidupan teman-temanku. Tertawa ketika mereka bercanda, tersenyum ketika ada keharu-biruan dalam hidup mereka, bersedih ketika mereka kehilangan sesuatu. Sambil begitu, aku menunggu siapa yang akan duduk di sebelahku berikutnya. Untuk menetap bukan untuk berkelana. Aku tidak bisa begitu yakin bangku itu akan terisi, tapi aku yakini aku akan duduk di situ, tidak dengan kekhawatiran berlebih akan berakhir sendiri menonton laga itu. Segala kesenangan ini bukan sebuah kompensasi dari kedataran yang aku alami.
Mengenai harapanku. Ah, seandainya aku bisa membeli harapan. Tapi aku tidak berharap. Tidak lagi. Mungkin tidak kali ini. Aku menjalani kartu yang terbagi di tanganku. Tidak mengharapkan kartu yang terbagi di tangan orang lain. Aku memainkannya sebisaku. Sehingga aku tidak perlu terlalu kalah.
Apa harapan setiap orang di bumi ini?
Apa harapanmu?